Pelatihan Menjahit Dispernaker untuk Sementara di Tunda

Dampak virus corona telah mengenai berbagai sektor kehidupan, baik ekonomi, pemerintahan. Salah satunya berdampak pada pelatihan menjahit yang sudah dilaksanakan oleh Dispernaker pada tanggal 9 Maret 2020 hingga 4 April 2020 yang berlokasi di BLK belakang Pasar Sapi untuk sentara ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan. Dengan diberikan penjelasan kepada peserta dan pelatih bisa memakluminya.

Hadapi Pandemi Korona, Kemenperin Pacu Gairah Pelaku Industri Nasional

Kementerian Perindustrian terus mendorong gairah pelaku industri di dalam negeri agar tetap berproduksi guna memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga ekspor. Langkah strategis yang telah dilakukan antara lain adalah menjaga ketersediaan bahan baku, meskipun di tengah kondisi tekanan ekonomi global sampai dampak terhadap pandemi virus korona (Covid-19).

“Kami bertekad untuk semakin memacu geliat dari pelaku industri kecil dan menengah (IKM), supaya kinerja mereka bisa kembali pulih,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta.

Dirjen IKMA mengakui, pada awal merebaknya virus korona di Wuhan, China, kegiatan IKM di dalam negeri cukup terpengaruh karena sebagian bahan baku berasal dari Negeri Tirai Bambu tersebut. Namun saat ini, beberapa produsen di China sudah mulai beroperasi.

“Momentum ini harus menjadi titik balik bagi IKM di Indonesia untuk mulai meningkatkan produksinya. Bahkan, kami berharap, kegiatan ekspor mereka mampu kembali normal,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono, bahwa bahan baku yang berasal dari China sudah kembali masuk ke Indonesia, meski jumlahnya belum maksimal. “Sebagian sudah masuk ke dalam negeri, seperti tekstil, logam, dan permesinan meski dalam jumlah terbatas,” ungkapnya.

Angkanya pun bervariasi mulai 20%-40% pada setiap kebutuhan bahan baku. Guna mempermudah prosedur impor, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan stimulus bagi sektor industri manufaktur di tanah air. “Misalnya, mempermudah prosedur untuk bahan baku yang berasal dari China,” ujarnya.

Kemudian, melakukan relaksasi Pajak Penghasilan Pasal 22 (PPh 22) Impor. Pembebasan PPh Pasal 22 Impor ini diberikan kepada 19 sektor tertentu, Wajib Pajak Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), dan Wajib Pajak KITE IKM.

Relaksasi tersebut berlaku selama enam bulan terhitung mulai bulan April hingga September 2020 dengan total perkiraan pembebasan sebesar Rp8,15 triliun. Kebijakan ini ditempuh sebagai upaya memberikan ruang cashflow bagi industri sebagai kompensasi switching cost (biaya sehubungan perubahan negara asal impor).

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyebutkan, ada 19 sektor industri yang akan mendapat pembebasan bea masuk agar mudah mendapatkan bahan baku. Jumlah tersebut berdasarkan usulan dari pelaku usaha. Ada 1.022 kode HS yang masuk dalam relaksasi dan telah melalui verifikasi tahap pertama. Sementara yang perlu mendapat prioritas, di antaranya sebesar 313 HS dengan dasar prinsip percepatan keberlangsungan produksi. Ke depan, pemerintah terus mengevaluasi dan jika dibutuhkan pengaturan-pengaturan yang terbaru, dipastikan akan dapat dilakukan.

Berikut daftar 19 sektor manufaktur yang mendapat relaksasi untuk impor bahan bakunya, yakni industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia, industri alat angkutan lainnya, industri makanan, industri logam dasar, industri kertas dan barang dari kertas, industri minuman, industri farmasi, produk obat kimia, dan obat tradisional, serta industri kendaraan bermotor, trailer, dan semitrailer.

Selanjutnya, industri karet, barang dari karet, dan plastik, industri barang galian bukan logam, industri pakaian jadi, industri peralatan listrik, industri tekstil, industri mesin dan perlengkapan YTDL, industri barang logam, bukan mesin, dan peralatannya, industri percetakan dan reproduksi media rekaman, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki, industri furnitur, serta industri komputer, barang elektronik, dan listrik.

Kemudahan lainnya, sepanjang program kerja dari rumah (work from home) selama dua pekan yang diinisiasi oleh pemerintah, Kemenperin tetap membuka Unit Pelayanan Publik (UPP). Fokus layanannya hanya untuk input dan pengambilan dokumen. Namun harus melalui perjanjian terlebih dahulu melalui nomor WA: 0819-97313879. Operasional UPP Kemenperin yang sebelumnya berada di lantai 4 Gedung Kemenperin, sementara dipindahkan di lantai 1 atau lobi Gedung Kemenperin. Loket UPP beroperasi pukul 09.00-12.00 WIB. Sedangkan, bagi pelaku industri yang menghendaki konsultasi, juga dapat menghubungi nomor WA: 0819-500-7755, 0878-01084059, dan 0878-01084069 atau ke nomor telepon 021-5229585 dan email: upp_pusat@kemenperin.go.id. Waktu konsultasi online dimulai pada pukul 09.00-14.30 WIB.

Kemenperin Proaktif Cegah Penyebaran Covid- 19

Kementerian Perindustrian terus berupaya mencegah penyebaran Covid-19 yang disebabkan oleh virus korona baru. Salah satunya melakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan di seluruh ruangan dan fasilitas gedung Kemenperin.

“Kemarin, kami melakukan penyemprotan cairan disinfektan di gedung Kemenperin yang terdiri dari 21 lantai serta fasilitas-fasilitas lainnya,” kata Sekretaris Jenderal Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono di Jakarta, Senin

Sekjen Kemenperin menjelaskan, penyemprotan disinfektan ini merupakan tindakan preventif untuk memberikan rasa aman kepada seluruh pegawai di lingkungan Kemenperin dan tamu yang datang, sehingga setiap pekerjaaan atau pelayanan yang dilaksanakan bisa berjalan baik dan lancar.

“Untuk upaya pencegahan Covid-19 ini, sebelumnya kami sudah melakukan pengecekan suhu tubuh bagi pegawai dan tamu yang memasuki Kemenperin serta menyediakan fasilitas untuk menjaga kebersihan, seperti menyiapkan hand sanitizer di setiap lantai gedung dan pintu masuk,” paparnya.

Menurut Sigit, Kemenperin memprioritaskan pencegahan terhadap penyebaran Covid-19 serta terus memantau dan mengikuti langkah yang ditempuh oleh pemerintah dalam penanganannya. “Kami berupaya menyikapi keadaan ini dengan cermat dan cepat, sehingga terus mengingatkan kepada seluruh pegawai untuk bersama-sama mencegah penyebaran virus dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan kerja,” tegasnya.

Guna melakukan pencegahan terhadap penyebaran virus korona, Kemenperin juga aktif menyampaikan pengumuman mengenai imbauan menjaga kesehatan kepada pegawai dan tamu yang ada di lingkungan Kemenperin.

Di samping itu, untuk para pegawai, khususnya pejabat level Eselon 4 ke bawah atau yang ke kantor menggunakan sarana transportasi umum (termasuk commuter line), serta pegawai yang berusia di atas 50 tahun, Kemenperin memberikan kemudahan kepada mereka bisa bekerja dari rumah atau secara online. Kebijakan ini berlaku sampai dua minggu ke depan. Sementara itu, Unit Pelayanan Publik (UPP) Kemenperin tetap beroperasi memberikan pelayanan mulai pukul 09.00-15.00 WIB di lantai dasar Gedung Kemenperin.

Pemerintah telah membentuk gugus tugas percepatan penanganan Covid-19. Hal ini melalui penerbitan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona VirusDisease 2019 (Covid-19).

Melalui Kepres yang diteken pada 13 Maret 2020 ini, yang akan menjadi ketua dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 adalah, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo. Lalu, yang bertindak sebagai Wakil Ketua, yakni Asisten Operasi Panglima TNI dan Asisten Operasi Kepala Kepolisian Negara RI.

Adapun yang menjadi pengarah Gugus Tugas ini adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menko Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Menteri Kesehatan, serta Menteri Keuangan .

Kolaborasi lintas sektor akan diperkuat untuk kerja gugus tugas secara terpadu dan terencana dalam upaya menanggulangi pandemi Covid-19. Percepatan penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh gugus tugas akan melibatkan seluruh sumber daya secara pentahelix, yakni meliputi pemerintah pusat dan daerah, akademisi, peneliti, dunia usaha, akademisi, para pakar, serta media.

Tugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 antara lain adalah menetapkan dan melaksanakan percepatan penanganan Covid-19, mengoordinasikan dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan penanganan, melakukan pengawasan pelaksanaan percepatan, mengerahkan sumber daya manusia untuk pelaksanaan kegiatan serta, melaporkan semua pelaksanaan kegiatan kepada Presiden.

Preventif Corona, Balai Kemenperin Buat Inovasi Gazebo Covid-19

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) dan Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Sekjen Kemenperin) Achmad Sigit Dwiwahjono (kanan) mencoba Gazebo (Gardu Zterilisasi Body) Covid-19 yang merupakan inovasi dari Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) dan Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK) untuk menyemprotkan desinfektan ke tubuh yang diletakan di lobi depan Gedung Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Senin (23/3).

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita berada di dalam Gazebo (Gardu Zterilisasi Body) Covid-19 inovasi dari Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) dan Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK) yang berfungsi menyemprotkan desinfektan ke seluruh tubuh, Senin (23/3). Alat tersebut diletakan di lobi depan kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Sekjen Kemenperin) berada di dalam Gazebo (Gardu Zterilisasi Body) Covid-19 inovasi dari Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) dan Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK) yang berfungsi menyemprotkan desinfektan ke seluruh tubuh agar steril dari virus, Senin (23/3).

Dorong IKM Kreatif, Pemerintah Fokus Kembangkan Ekosistem

Pengembangan ekosistem industri kreatif menjadi fokus pemerintah lantaran berpotensi besar dengan keragaman budaya dan sumber daya manusia terampil di seluruh Indonesia. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan pengembangan ekonomi kreatif menjadi peluang bagi masa depan Indonesia. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong terciptanya ekosistem industri kreatif di dalam negeri. Apalagi, sektor kreatif yang mayoritas berbasis industri kecil dan menengah (IKM) ini mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

“Dengan terciptanya ekosistem tersebut, tentunya akan memacu desainer untuk menghasilkan produk-produk berkualitas dan inovatif dengan desain yang menarik, sehingga juga dapat meningkatkan citra positif produk Indonesia di pasar domestik dan ekspor,” kata Menperin. Menurutnya, Kemenperin melakukan langkah strategis salah satunya melalui gelaran Indonesia Good Design Selection (IGDS) Award 2019. Gelaran yang tahun ini mengusung tema Indonesian Design Goes Global itu mendorong para desainer produk-produk industri dalam negeri agar bisa berkompetisi di kancah internasional.

Airlangga mengatakan era perdagangan bebas telah meningkatkan persaingan antara produk dalam negeri dan produk-produk dari negara maju maupun negara berkembang. Dengan begitu, peningkatan daya saing menjadi keharusan. Dia mengatakan produk yang mampu bersaing secara global adalah produk yang mengedepankan nilai-nilai inovatif, kreatif, berkualitas, dan orisinal, yang salah satunya dapat direpresentasikan dalam suatu desain. Artinya, desain merupakan elemen penting yang mampu memberikan nilai tambah suatu produk, baik dari sisi penampilan maupun fungsi.

“Dengan desain yang baik suatu produk akan memiliki daya saing dan daya tarik yang lebih baik di mata konsumen.” Airlangga mengatakan peserta IGDS meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2019, ada 333 produk yang terdaftar atau meningkat hingga 37% dibanding tahun sebelumnya. “Dari total tersebut, terus diseleksi dan yang dapat memenuhi syarat menjadi 325 produk, kemudian jadi 172 produk, hingga menjadi 20 finalis,” katanya.

Monitoring Pencegahan covid 19 di Area Salatiga oleh Dispernaker Kota Salatiga

BERIKUT LAPORAN PANTAUAN PENANGANAN PENCEGAHAN COVID 19 ATAS PERINTAH BAPAK SEKDA DI LOKASI MALL/ TOKO YANG POTENSI TENAGA KERJA DAN PENGUNJUNG CUKUP BANYAK

  1. Mol RAMAYANA
  2. Mol ADA BARU
  3. Mol Roma
  4. Superindo
  5. Niki Baru
  6. Toko Zam-Zam
  7. Aneka Jaya
  8. Bank Jateng
  9. Niki Wae

Hasil :

  1. Secara umum Sudah melaksanakan tindak lanjut SE Sekda Nomor 4431/367/103.3 tentang panduan dalam menghadapi Corona Firus .
  2. Sudah menyediakan Hand Zanitazer yang dipasang di depan lokasi Parkir, pintu masuk, tempat kasir, dan tempat stand buah Buah
  3. Ada beberapa Toko yang belum menyediakan Hand Sanitazer, dikarenakan stok habis dan sudah pesan dan sementara disediakan wastafel dan Sabun Cair, sudah dihimbau untuk secepanya menyediakan hand Sanitazer