Obral Mebel Banjarsari Semakin Dikenal

Banyaknya pertumbuhan hotel, kantor, rumah tinggal, dan lainnya menjadi tanda, sebab mereka butuh mebeler. “Pasar ekspor mebel terus kita genjot, tapi jangan sampai pasar lokal kita kebobolan oleh mebel impor,” kata Adi di sela-sela pembukaan Obral Mebel di Rumah Kriya Banjarsari, Solo

Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Arif Sambodo mengatakan, industri mebel atau furnitur dan kayu olahan merupakan industri prioritas dan masih menjadi primadona ekspor nonmigas, selain tekstil. Nilai ekspor produk kayu olahan dan furnitur Jawa

Tengah 1.525.902,186 dolar AS, terdiri atas kayu olahan senilai 893.579.118 dolar AS dan furnitur 632.323.068 dolar AS. Selain itu, industri mebel dan furnitur juga mampu menyerap banyak tenaga kerja.”Industri mebel merupakan industri padat karya yang memberi lapangan pekerjaan dan menyumbang devisa yang signifikan bagi negara,” kata dia. Guna mendorong peningkatan pasar ekspor dan pasar lokal produk industri furnitur dan kayu olahan, khususnya di Jawa Tengah, kata dia, perlu ada dukungan akses promosi untuk peningkatan pemasaran.
Pemanfaatan Rumah Kriya Banjarsari Solo adalah salah satu upaya untuk tujuan itu sebagai rumah promosi yang efektif bagi produk produk furnitur Jawa Tengah, khususnya Soloraya. Selain itu, sambung dia, juga sebagai tempat bertemunya produsen dengan pembeli, baik lokalmaupun asing. Sebagai sarana meningkatkan motivasi dan semangat pengembangan industri mebel dan kerajinan serta meningkatkan kemitraan dan jejaring kerja sama berbagai stake holder. Selain itu juga sebagai sarana edukasi potensi lokal industri mebel dan kerajinan.

Ke depan dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata.“Rumah Kriya ini nantinya dilengkapi web, aplikasi dan pemasaran online disertai pengembangan fungsi lainnya sebagai destinasi wisata, sebagai sarana edukasi, sarana pelatihan industri kreatif, sarana informasi kayu dan produk kayu. Dilengkapi pula sarana pertemuan baik untuk perajin, pengusaha, maupun masyarakat,” katanya. Adapun kegiatan obral mebel yang diadakan di Rumah Kriya Banjarsari Solo pada 14 – 17 November merupakan penyelenggaraan kali keempat. Kegiatan dititikberatkan pada promosi disertai penjualan produk mebel dari IKM Mebel se-Soloraya. Kegiatan ini berada pada stan seluas 625 m2 dengan berbagai produk mebel kualitas ekspor serta diskon sampai 80 persen.

Pada kegiatan sebelumnya, transaksi yang didapat selama pameran senilai lebih Rp 550.000.000. Diharapkan pada event kali ini memperoleh hasil lebih besar lagi. “Kegiatan ini perlu dukungan berbagai pihak, sebagai tempat kunjungan masyarakat yang butuh furnitur dan sebagai tempat kunjungan pembeli asing, destinasi wisata, dan edukasi masyarakat Jawa Tengah,” kata Arif. Agar Rumah Kriya tetap eksis dan berperan dalam pengembangan industri mebel di Jawa Tengah, ungkap dia, pihak-pihak terkait diharapkan untuk berperan dan bersinergi dalam mengoptimalkan rumah kriya tersebut. 
 
Sehingga kedepan, perannya akan semakin kuat dan akan menjadi pusat promosi yang diperhitungkan. Diharapkan, KIMKAS sebagai Koperasi Industri Mebel dan Kerajinan Soloraya dapat lebih mengembangkan Rumah Kriya menjadi lebih dikenal masyarakat sebagai show room produk- produk mebel dan kerajinan. Yakni melalui program-program yang disusun dan direncanakan sehingga dapat memberi manfaat bagi masyarakat umum, khususnya para pelaku industri mebel dan kerajinan kayu di Jawa Tengah dan Soloraya. “Kami berharap para pelaku industri mebel di Jawa Tengah, khususnya di Soloraya terus meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing dengan daerah-daerah sekitar atau bahkan pengrajin mebel asing. Kami siap memfasilitasi para pengrajin mebel yang masih kecil dan menengah,” kata
Arif.
 
Ketua Komunitas Industri Mebel dan Kerajinan Soloraya (KIMKAS), Suryanto menambahkan, selama ini kegiatan Obral Mebel di Rumah Kriya Banjarsari, Solo cukup ampuh untuk membidik pasar lokal. Peserta obral mebel adalah eksportir yang biasa menjuaul mebel dan kayu olaha berkualitas. “Ini adalah obral mebel keempat dan diikuti 20 peserta yang biasa ekspor ke berbagai dunia,” kata dia.(Sumber Artikel dari Suara Merdeka)

FGD Implementasi Kartu Pra Kerja di Provinsi Jawa Tengah

Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Salatiga menghadiri undangan Focus Group Discussion Implementasi Kartu Pra Kerja di Provinsi Jawa Tengah di Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawatengah di Semarang, dalam hal ini di hadiri oleh Kepala Bidang Tenaga Kerja Ben Ismi Daradasih, SH dan Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Drs. Budi Prasetiyono, M.Si pada hari Rabu tanggal 26 Februari 2020.

KEBIJAKAN DAN IMPLEMENTASI REX SYSTEM

entry image

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah mengadakan BIMBINGAN TEKNIS PEMANFAATAN FREE TRADE AGREEMENT “KEBIJAKAN DAN IMPLEMENTASI REX SYSTEM”. Kegiatan Bimbingan Teknis ini merupakan kegiatan sosialisasi dari kebijakan dan implementasi rex system yang berlaku di Uni Eropa bagi para pelaku usaha eksportir Indonesia. Acara tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Prov Jateng dan dilaksanakan di Aula Dinas Lt. 5 dengan menghadirkan narasumber dari Kasubdit Keterangan Asal Barang Direktorat Fasilitasi Ekspor dan Impor Kementerian Perdagangan (Ibu Herni Synthia), PT Electronic Data Interchange Indonesia (EDII) (Sati Ferdi- Manager), dan Kantor Wilayah Bea Cukai DIY-Jawa Tengah (Padmoyo Tri Wikanto– Kepala Kantor).
 
 
Diharapkan melalui kegiatan bimtek ini, para pelaku usaha eksportir memahami prosedur yang berlaku dalam pengajuan preferensi tarif ke uni eropa melalui Rex System. kami harapkan agar fasilitas pemberian preferensi melalui sistem berbasis online yaitu Rex System dapat lebih meningkatkan kinerja ekspor Indonesia khususnya Jawa Tengah. Sebagaimana diketahui, Rex System merupakan sistem Sertifikasi Mandiri pada skema Generalized System of Preferences (GSP)-EU untuk Eksportir Teregistrasi (ER). Pada Sistem tersebut, Eksportir Teregistrasi dapat membuat permohonan Deklarasi Asal Barang (DAB) sendiri dengan membubuhkan pernyataan asal barang pada dokumen komersial yang dikeluarkan oleh perusahaan yaitu invoice dan packing list. Dengan demikian, perusahaan lebih efisien waktu, tenaga, dan biaya dalam pengurusan preferensi GSP-EU yang dikarenakan dalam penerbitan DAB untuk setiap shipment dilakukan tanpa melalui pembelian blanko dan persetujuan dari IPSKA.
 
 
Masa transisi implementasi DAB mulai 1 Januari 2020 sampai dengan 30 Juni 2020, secara pararel masih dipersilahkan menggunakan form A GSP-EU. Sedangkan mulai 1 Juli 2020 berlaku Deklarasi Asal Barang – Rex System secara Mandatory (wajib). Oleh karena itu, melalui kesempatan kegiatan hari ini, diharapkan para pelaku eksportir khususnya tujuan Uni Eropa dapat mempelajari kebijakan dan implementasi DAB yang akan diberikan oleh para Narasumber yang menangani dan berkompeten dalam hal tersebut.

PENDAFTARAN INKUBASI BISNIS STARTUP DIGITAL JAWA TENGAH TAHUN 2020

entry image

Balai Industri Kreatif Digital dan Kemasan (BIKDK) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah akan melaksanakan “Inkubasi Bisnis Startup Digital” Tahun 2020 bertempat di Incubator Business Center (IBC) Jawa Tengah, Jl, Bukit Unggul Raya No. 2-4 Semarang.

Inkubasi bisnis bertujuan mencetak startup digital yang mandiri dan berdaya saing di bidang industri kreatif digital (animasi, game, komik, aplikasi software, multimedia).

Ketentuan mengikuti Inkubasi Bisnis Startup Digital Tahun 2020 :

  • Lulusan SMK, Mahasiswa, Startup
  • Berusia maksimal 40 tahun
  • Memiliki usaha kurang dari 2 tahun
  • Bidang usaha :  Animasi, Game, Komik, Aplikasi Software, Multimedia
  • Ber-KTP Jawa Tengah
  • Belum terdaftar pada inkubator lain
  • Bersedia menjadi tenant in-wall dan out wall IBC
  • Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan
  • Berkomitmen mengikuti semua proses inkubasi

SELAMA 8 BULAN INKUBASI PESERTA AKAN MENDAPATKAN:

  1. Pelatihan dan pendampingan pengembangan produk
  2. Pelatihan dan pendampingan manajemen produksi
  3. Pelatihan dan pendampingan manajemen Pemasaran
  4. Pelatihan dan pendampingan manajemen Keuangan dan Perpajakan
  5. Prioritas diikutsertakan dalam pameran bisnis baik local, nasional maupun internasional )*
  6. Fasilitasi HKI dan Business Matching
  7. Business Coach dan Mentor yang berpengalaman dibidangnya

)* Menyesuaikan program disperindag

JADWAL :

  1. PENDAFTARAN

Tanggal 21 Januari- 7 Februari 2020

Pendaftaran online melalui : http://bikdk.disperindag.jatengprov.go.id

  • SELEKSI ADMINISTRASI

Tanggal 10 – 14 Februari 2020

Pengumuman pelaksanaan presensi, pengumuman lolos adminitrasi, portofolio startup digital

  • PRESENTASI DAN WAWANCARA

Tanggal 18 – 21 Pebruari 2020

Undangan presentasi, penilaian mentor

  • PENGUMUMAN LOLOS SELEKSI

Tanggal 25 – 28 Pebruari 2020

Proses negosiassi (aturan, tata tertib), penandatangan komitmen/PKS

  • PELAKSANAAN INKUBASI BISNIS

1 Maret – 31 Oktober 2020

Profil startup, kebutuhan startup, mentoring

KONTAK PERSON :

MUSTAFA (0857-2729-6216)

SUTRINI    (0812-2856-2266)

Menperin Mendampingi Presiden saat Kunjungan Kerja ke PT APR

Presiden Joko Widodo yang didampingi oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Gubernur Riau Syamsuar (kiri), Chairman Royal Golden Eagle (RGE) Sukanto Tanoto (dua dari kiri), serta Direktur RGE Anderson Tanoto (kanan) meresmikan pabrik serat rayon viskosa PT Asia Pacific Rayon (APR) di Pelalawan, Riau, 21 Februari 2020. Kemenperin mencatat, melalui investasi APR dan PT Rayon Utama Makmur, kapasitas industri rayon nasional saat ini menjadi 857 ribu ton per tahun, naik dibanding tahun 2018 sebesar 536 ribu ton per tahun.

Presiden Joko Widodo yang didampingi oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Gubernur Riau Syamsuar, Chairman Royal Golden Eagle (RGE) Sukanto Tanoto, serta Direktur RGE Anderson Tanoto melepas kontainer berisi serat rayon untuk diekspor ke ke Turki sebanyak 10.190 ton serta pengiriman ke Jawa Tengah sebesar 12.000 ton saat melakukan kunjungan kerja ke PT APR di Pelalawan, Riau, 21 Februari 2020. Kemenperin mencatat, melalui investasi APR dan PT Rayon Utama Makmur, kapasitas industri rayon nasional saat ini menjadi 857 ribu ton per tahun, naik dibanding tahun 2018 sebesar 536 ribu ton per tahun. Menperin mengatakan, pabrik APR diproyeksi mampu menghasilkan devisa hingga USD131 juta dan substitusi impor mencapai USD149 juta.

Presiden Joko Widodo yang didampingi oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono serta Direktur RGE Anderson Tanoto mendengar penjelasan dari karyawan PT APR, saat meninjau pusat pembibitan PT APR di Pelalawan, Riau, 21 Februari 2020. Menperin optimistis dengan penguatan struktur industri di dalam negeri mulai dari sektor hulu sampai hilir, akan bisa meningkatkan daya saing nasional sehingga menghasilkan produk yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan internasional. Namun demikian, agar semakin menghasilkan produk yang kompetitif di kancah global, diperlukan pembaruan teknologi manufaktur yang modern.

Share:

<< Sebelumnya

Twitter

Laporan Keuangan

Tersedianya Bahan Baku Domestik, Kinerja Industri TPT Siap Naik

Industri tekstil dan produk tesktil (TPT) diyakini akan semakin tumbuh berkembang dengan ketersediaan bahan baku dari dalam negeri. Diharapkan, terdongkraknya kapasitas nasional di sektor padat karya tersebut bakal mampu mensubstitusi produk impor dan mengisi pasar ekspor.

“Optimalisasi pemakaian bahan baku yang berasal dari dalam negeri menjadi sangat penting dalam mendongkrak kinerja sektor industri TPT di Indonesia,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ketika menghadiri peresmian fasilitas produksi viscose rayon PT Asia Pacific Rayon (APR) di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, Jumat (21/2). Pada kesempatan itu, fasilitas baru yang menelan nilai investasi sebesar Rp15 triliun (USD1,1 miliar), diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Menperin yang turut mendampingi Presiden Jokowi, memberikan apresiasi kepada APR atas realisasi penanaman modalnya membangun pabrik tersebut.

“Ini merupakan suatu langkah yang luar biasa, karena pabrik merupakan satu-satunya yang terintegrasi, dari mulai pembibitan pohon yang kayunya menjadi bahan baku rayon, sampai proses produksinya itu sendiri. Ini menurut pandangan saya, harus diangkat pada dunia, bahwa Indonesia memiliki kemampuan seperti ini,” papar Agus. Fasilitas baru APR tersebut saat ini memiliki kapasitas produksi viscose rayon sebesar 240.000 ton per tahun, dan akan diupayakan meningkat menjadi 600.000 ton dalam beberapa tahun ke depan. Suplai bahan baku perusahaan ini telah melalui sertifikasi nasional (Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu) dan internasional (Programme for the Endorsement of Forest Certification).

Viscose rayon merupakan serat benang yang berasal dari olahan kayu dan dapat terurai secara alami. Serat rayon produksi APR tergolong material yang berkelanjutan karena berasal dari bahan baku yang terbarukan. Komoditas ini diharapkan bisa mengurangi ketergantungan impor terhadap bahan baku tekstil seperti kapas yang kebutuhannya masih belum dapat dipenuhi dari dalam negeri. Melalui dukungan tenaga kerja langsung sebanyak 1.500 orang, pabrik APR tersebut diproyeksi mampu menghasilkan devisa hingga USD131 juta dan substitusi impor mencapai USD149 juta. “Jadi, intinya, pabrik ini merupakan lompatan yang besar dan baik untuk ekspor maupun substitusi impor,” ujarnya. Selain peresmian operasional fasilitas baru APR, Presiden Jokowi melakukan pelepasan kontainer berisi serat rayon untuk diekspor ke Turki sebanyak 10.190 ton serta pengiriman ke Jawa Tengah sebesar 12.000 ton. Negara tujuan ekspor selanjutnya, antara lain ke Pakistan, Bangladesh, Vietnam, hingga negara-negara Eropa.

Kementerian Perindustrian mencatat, melalui investasi APR dan PT Rayon Utama Makmur, kapasitas industri rayon nasional saat ini menjadi 857 ribu ton per tahun, naik dibanding tahun 2018 sebesar 536 ribu ton per tahun. Bahkan, dari investasi kedua perusahaan tersebut, berpotensi mendongkrak ekspor hingga USD131 juta per tahun. Menperin optimistis, dengan penguatan struktur industri di dalam negeri mulai dari sektor hulu sampai hilir, akan bisa meningkatkan daya saing nasional sehingga menghasilkan produk yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan internasional. Namun demikian, agar semakin menghasilkan produk yang kompetitif di kancah global, diperlukan pembaruan teknologi manufaktur yang modern. “Oleh karena itu, kami juga akan melakukan pemberdayaan kepada sektor hilir, terutama industri tekstil dan garmen. Nantinya, kami akan kaji regulasi agar mereka bisa mendapatkan dengan mudah program peremajaan mesin,” ungkap Menperin. Hal ini sesuai dengan implementasi program prioritas pada peta jalan Making Indonesia 4.0

Merujuk data Kemenperin, laju pertumbuhan industri TPT terus meningkat tiap tahunnya. Pada tahun 2019, industri TPT tumbuh sebesar 15,35% atau naik signifikan dibanding tahun 2018 (tumbuh 8,73%) dan tahun 2017 (3,83%). Pertumbuhan ini didukung tingginya produksi pakaian jadi di sentra industri TPT. Dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, industri TPT merupakan satu dari lima sektor yang mendapat prioritas pengembangan dalam kesiapan memasuki era industri 4.0. Aspirasi yang akan diwujudkan dalam peta jalan tersebut adalah menjadikan produsen tekstil dan pakaian jadi nasional masuk jajaran lima besar dunia pada tahun 2030.

Topang Sektor Otomotif, Material Center di Tegal Pasok Kebutuhan IKM Logam

Kementerian Perindustrian mengakselerasi pembangunan material center di Tegal, Jawa Tengah untuk segera mendukung ketersediaan bahan baku yang kompetitif dan kontinyu bagi para pelaku industri kecil dan menengah (IKM). Hal ini sebagai upaya untuk memenuhi pasokan produksi bagi IKM logam di sentra setempat. Guna mewujudkannya, selain menggandeng Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal, diperlukan langkah sinergi dengan industri besar dan pemasok Agen Pemegang Merek (APM) serta pelaku IKM komponen otomotif. Sebab, dari sentra IKM logam di Tegal tersebut, akan memproduksi berbagai komponen maupun aksesoris mobil dan motor sesuai standar.

“Kami melaksanakan focus group discussion untuk mempertemukan stakeholder terkait tersebut, sehingga bisa menentukan rencana kerja dan rencana pengelolaan material center dalam menyediakan bahan baku logam dan jasa logistik serta permesinan bagi IKM,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Jumat (21/2). Gati menjelaskan, pembangunan pusat bahan baku di Tegal merupakan salah satu wujud nyata dari perhatian dan keseriusan pemerintah bersama para pemagku kepentingan dalam upaya mendukung penguatan daya saing IKM nasional. “Maka itu, digelarnya FGD juga untuk melakukan evaluasi kinerja material center agar lebih terarah dan sinergis,” tuturnya.

Adapun hasil dari pelaksanaan FGD tersebut, antara lain tersusunnya rencana kerja material center tahun 2020-2023 dan mekanisme teknis pengelolaan material center antara PT. Duta Steel Industry dengan Koperasi Tegal Manufaktur Indonesia. “Sentra IKM logam sebagai bagian dari rantai pasok industri nasional, memang perlu diperkuat. Tidak hanya dari sisi kompetensi SDM, teknologi mesin dan peralatan, promosi dan kemitraan, tetapi juga dari sisi kemudahan untuk mengakses bahan baku sehingga produktivitas dan daya saing IKM kita terus meningkat,” paparnya. Gati juga menyampaikan, partisipasi pelaku IKM dalam rantai pasok industri otomotif nasional menjadi bagian penting dalam perkembangan ekonomi di Indonesia. Apalagi, GAIKINDO menargetkan pasar mobil di Indonesia pada tahun 2020 ini bisa tumbuh hingga lima persen dari angka penjualan di tahun 2019 lalu yang mencapai 1,03 juta unit kendaraan. “Sebagai bagian dari rantai pasok, IKM akan terus memberikan dukungan terhadap kemajuan industri otomotif nasional melalui kemitraan yang telah terjalin antara IKM dengan industri besar maupun melalui produksi komponen aftermarket,” imbuhnya.

Dirjen IKMA optimistis, upaya tersebut merupakan peluang baik bagi material center sebagai entitas bisnis untuk dapat memberikan pelayanannya, terutama dalam menyediakan bahan baku logam bagi IKM. “Dengan adanya rencana kerja dan pengelolaan yang baik dan terarah, material center di Kabupaten Tegal dapat menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kemajuan IKM sektor otomotif di Indonesia,” tegasnya. Kemenperin mencatat, hingga saat ini, sentra produksi IKM logam di Indonesia sebagian besar tersebar di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur dengan jumlah pelaku IKM komponen otomotif sebanyak 500 unit usaha dan menyerap tenaga kerja hingga 25 ribu orang. “Kami meyakini, peningkatan unit penjualan kendaraan roda empat dan sepeda motor, menjadi pendorong bagi penguatan IKM komponen otomotif dalam negeri,” ujar Gati.

Bina warga pemasyarakatan

Di lokasi terpisah, Kementerian Perindustrian terus mendorong peningkatan keterampilan warga binaan pemasyarakatan agar bisa produktif menghasilkan karya-karya bernilai tinggi. Diharapkan, ketika warga binaan tersebut telah selesai menjalani masa hukumannya, bisa menjadi wirausaha industri baru khususnya di sektor industri kecil dan menengah (IKM). “Upaya itu sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kemenperin dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Tujuannya untuk melakukan kegiatan peningkatan pembinaan dan bimbingan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Jumat (21/2). Salah satu kegiatannya diimplementasikan melalui Bimbingan Teknis Pengembangan Wirausaha Baru IKM Sarung Goyor di Lapas Kelas IIA Slawi, Tegal, Jawa Tengah. Gati menjelaskan, Ditjen IKMA melihat potensi dan peluang bisnis yang bisa dihasilkan dari pembuatan sarung Goyor sekaligus mendukung upaya kerja sama antara pihak Lapas dengan IKM Sarung Goyor, khususnya untuk pemanfaatan tenaga kerja dan pemasaran produk barang jadi.

Sarung Goyor adalah salah satu produk tenun dari Kabupaten Tegal yang mempunyai kualitas unggulan dan menarik banyak peminat, baik dari dalam maupun luar negeri. Sarung Goyor memiliki karakter kain yang halus dengan motif yang khas karena dibuat secara manual dengan proses penenunan yang rumit. Keunggulan itu membuat Sarung Goyor juga memiliki segmen pasar tersendiri, termasuk konsumen yang berasal dari negara-negara Timur Tengah. Hal ini menunjukkan potensi Sarung Goyor yang perlu terus dikembangkan, bahkan ditargetkan bisa menembus pasar ekspor. Oleh karena itu, kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan sumber daya manusia serta kualitas dan daya saing produk IKM di dalam negeri,” jelasnya. Kegiatan bimtek yang dilaksanakan selama tujuh hari tersebut, diikuti sebanyak 30 peserta yari warga binaan Lapas Kelas IIA Slawi.

Dalam pelaksanaan bimtek, Kemenperin mendorong terbentuknya perjanjian kerja sama antara Lapas Kelas IIA Slawi dengan IKM Fahaltex. Pihak Lapas akan menyediakan tenaga kerja dan fasilitas yang tersedia di dalam Lapas. Sedangkan, IKM Fahaltex akan memberikan fasilitas berupa bahan baku, mesin dan peralatan tenun, serta pemasaran hasil produksi warga binaan Lapas. “Kerja sama ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam pengembangan kegiatan kerja warga binaan Lapas,” imbuhnya. Kemenperin mencatat, industri tenun didominasi oleh pelaku IKM yang tersebar di 430 sentra IKM tenun di hampir seluruh wilayah Indonesia. Kinerja ekspor tenun pada tahun 2019 mencapai USD1,03 juta dengan negara tujuan ekspor antara lain adalah Bangladesh, Belanda, dan Uni Emirat Arab.